Dalam hidup semua peristiwa berkaitan dengan sebab dan akibat, apa yang kalian lakukan suatu saat akan memperoleh hasil. sejauh mana hasil tersebut dapat diraih tergantung dari besarnya perbuatan/tindakan. jika perbuatan salah maka akan berdampak salah, jika perbuatan benar maka akan berdampak benar. Sepakat ?
nah, atas dasar hal tersebut mari kita renungkan. dominan dari kita sepakat dan selalu membual dengan beberapa istilah yang tak berfaedah untuk membela diri dari beberapa argumen perihal kenakalan yang di lemparkan orang lain ke kita. "mumpung masih muda, puas2in nakal".
Pertanyaanya, sampai kapankan kesalahan/kenakalan akan di pertahankan ?
manusi memilik efek candu pada kenakalan/kesalahan sekitar 95%, sedangkan candu untuk berbuat baik hanya 5% sisanya. dan lebih parahnya 5% tersebut jika tidak konsisten akan juga hilang tak tau kemana. atas dasar hal tersebut sangat disayangkan budaya salah di tanamkan pada saat muda.
ada apa dengan masa muda ?
masa muda ialah masa ke emasan dimana kita berjalan untuk menemukan jati diri, hobi, bakat, dan semua hal yang akan membawa kita menuju masa depan yang di dambakan. terbukti di dalam agama islam yang di pertanyakan ialah "kau habiskan untuk apa masa mudamu ?"
atas dasar hal tersebut, masa muda begitu diperhatikan,terbukti menjadi salah satu pertanyaan. kenapa bukan masa tua dan masa kecil.
KESIMPULAN :
Sering sekali dari kita mengikuti argumen yang salah sehingga dampaknya membelenggu diri. ketika muda tak dimanfaatkan dengan baik, ketika tiba masa tua kita hanya bisa menceritakan kenakalan/kesalahan kepada generasi penerus agar tak terulang. namun kita gagal membuktikan baiknya yang di raih dimasa tua ialah kesuksesan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar